Friday, October 1, 2010

FLOBAMORA

SEKILAS TENTANG NTT


NTT ... ehm provinsi yang terletak di selatan Indonesia ini merupakan salah satu ’bagian dunia’ yang sangat penting bagi saya. oleh sebab itu tidak lengkap rasanya jika dalam blog ini, saya tidak mengangkat sekelumit tentang Provinsi NTT.











Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi yang merupakan wilayah kepulauan. NTT biasa disebut pula FLOBAMORA yang merupakan singkatan dari beberapa pulau besar yang ada yaitu Flores – Sumba – Timor – Alor. Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTT maka luas wilayah daratan provinsi ini adalah 47.349,90 km2 atau 2,49% luas Indonesia dan luas wilayah perairannya ± 200.000 km2.

NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur), dan lain-lain. Dari seluruh pulau yang ada, 42 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Terdapat tiga pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim. Melihat jumlah pulau yang cukup besar tersebut maka tidaklah berlebihan jika saya menggambarkan provinsi ini sebagai provinsi seribu pulau dan merupakan salah satu miniature dari Indonesia.

Hal yang khas dari provinsi ini adalah kondisi iklimnya yang sangat kering. Menurut penelitian F.J. Ormeling (1956) hal ini disebabkan oleh tiga hal, yaitu: (1) musim hujan yang singkat dan tidak teratur dengan curah hujan rata-rata rendah; (2) musim kemarau panjang, sebagai akibat dari angin barat yang kering dan siklon tropis; dan (3) tanah margalit yang sulit diresapi air dan mudah tererosi dan menjadi sangat kering selama musim kemarau yang panjang.

Akibat kondisi ini maka y
ang banyak ditemukan di wilayah ini adalah padang rumput berupa sabana dan stepa, dan hanya sedikit yang merupakan tanah pertanian yang subur atau dapat dimanfaatkan untuk sawah. Selain itu di wilayah ini tanaman lontar merupakan salah satu tanaman yang sangat dominan dan banyak ditemukan di wilayah ini.












Kondisi alam seperti ini menyebabkan mata pencaharian utama masyarakat adalah perladangan (pertanian lahan kering) dan beternak. Selain itu walaupun merupakan wilayah kepulauan dengan potensi laut yang berlimpah tetapi mata pencaharian sebagai nelayan masih termasuk rendah.

Walaupun kondisi iklim wilayah ini termasuk cukup ‘hangat’ tetapi ada fenomena alam yang sangat saya kagumi dan sering kali membuat saya terkagum-kagum yaitu panorama langit di wilayah ini terutama di sekitar Kota Kupang. Panorama langit ini yang unik ini terutama bisa dilihat pada pagi hari (sunrise) maupun pada sore hari (sunset). Panorama alam ini seakan selalu mengingatkan saya akan betapa besarnya Sang Pencipta.